Belajar hidup mandiri sejak dini

Hanya manusia yang menghargai kemampuan dirinya yang akan menjadi mandiri. sebaliknya, manusia yang terbiasa menghinakan kemampuan dirinya, niscaya akan menjadi sosok individu yang lemah sepanjang masa.

 

ayam

Alkisah, ada seorang tuan punya dua ekor ayam. ayam pertama berjenis kelamin betina, yang dilepas untuk dapat memaksimalkan potensi dirinya. ayam betina ini, hanya mendapatkan fasilitas untuk istirahat di malam hari. sementara ayam kedua adalah ayam jantang yang difasilitasi “kandang mewah” lengkap dengan penerangan yang dapat memberikan kehangatan pada tubuh si jantan dari serangan dinginnya malam. soal makan, si jantan tidak perlu lagi bersusah payah mencari, karena si tuan menyediakan makanan yang lengkap dengan vitamin. tidak hanya itu, si tuan juga sangat menjaga kebersihan badan si jantan dari segala kotoran, sampai-sampai si jantan tidak diperbolehkan menyentuh tanah sedikit pun.

singkat cerita, apa yang terjadi pada kedua ayam tersebut, ternyata, si betina yang terbiasa dengan instingnya untuk mencari makan dalam udara kebebasan hingga petang hari, dalam perjalanan hidupnya, tubuhnya menjadi kuat dan tetap mampu memenuhi kehidupan hidupnya, tanpa tergantung pada pemberian atau hibah dari si tuan. sementara si jantan, tidak berumur panjang, ia mati ketika tuannya pergi.

dikutip dari: 14 langkah bagaimana Rasulullah saw. membangun kerajaan bisnis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s